Tangisan Jemaat Greja Yang Di segel Di Jambi: Ini Bukan Tempat Maksiat, Tolonglah Kami Tuhan

Ini bukan tempat maksiat, ini tempat kami beribadah, Ini bukan tempat bermain-main. Kami hanya beribadah di sini, berdoa kepada tuhan. Kenapa pemerintah sampai hati menutup tempat ibadah?
Kami tidak pernah mengganggu masyarakat dari agama lain di sini. Kita di sini saling membantu, saling mengasihi dan saling berbagi....
Begitulah tangisan para jemaat Gereja Methodist Jambi yang Disegel Pemko.

Namun apa daya... Teriakan dan tangisan jemaat ini tidak menghalangi pemko untuk menyegel greja tersebut.

Tangisan Jemaat Greja Yang Di segel Di Jambi: Ini Bukan Tempat Maksiat, Tolonglah Kami Tuhan


Bahkan Pemerintah Kota Jambi menyegel tiga gereja di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Kamis (27/9/2018) pagi. Tiga gereja itu antara lain Gereja Sidang Jemaat Allah, Gereja Huria Kristen Indonesia Simpang Rimbo, dan Gereja Methodist Indonesia Kanaan Jambi.

Menurut infonya, Gereja yang di tutup di Kota Jambi ini tidak memiliki izin dari Pemko Jambi.

Dilansir dari TribunJambi.com, menurut seorang warga bernama David mengaku bahwa sebelumnya jauh-jauh hari dari pihak gereja sudah mengajukan surat izin kepada Pemko Jambi, namun tidak diberikan.


"Kami mengajukan izin tapi tidak diberikan. Sekarang mendadak mau disegel, tidak setujulah kami," kata David.

"Kami cuman ingin mau beribadah, tolong kasihlah kami tempat ibadah. Kami swadaya membangun gereja ini," lanjut David.

Berdasarkan kronologi yang diterima, penutupan oleh Satpol PP dibantu TNI dan polisi itu tanpa didahului informasi ataupun surat pemberitahuan Pemkot Jambi. Saat penyegelan pun, petugas tak memberikan juga menunjukkan surat keputusan dari pemda setempat. Ini pula yang memicu kebingungan dan penolakan pengurus gereja.

Menurut warga lainnya bermarga Sinaga, gereja ini hanya digunakan untuk tempat ibadah setiap minggu.

Katanya, Gereja yang berada di Jalan Lingkar Barat Tiga itu sudah berdiri selama 18 tahun. Namun, hingga penyegelan ini Pemko Jambi belum memberikan izin.

"Mereka menolak tapi tidak tahu alasanya apa. Padahal ini tempat ibadah. Kami tidak pernah mengganggu masyarakat dari agama lain di sini. Kita di sini saling membantu, saling mengasihi dan saling berbagi," tuturnya.

Dalam penyegelan, berapa anggota kepolisian dan pihak Satpol PP berjaga-jaga di seputaran gereja untuk mengamankan agar menghindari aksi anarkis oleh sejumlah masyarakat.

Kepada Tribun, Pemerintah Kota Jambi menyebutkan penyegelan yang dilakukan hasil keputusan bersama antara FKUB, Lembaga Adat Melayu Jambi, MUI, Kepolisian dan instansi terkait lainnya.

"Ini telah melalui rapat antara FKUB, MUI, LAM dan instansi terkait," kata Liphan Pasaribu Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi.

Menurut Liphan Pasaribu, penyegelan ini bersifat sementara sambil Pemko Jambi dan pihak terkait lainnya mencari solusi terkait izin yang belum dikantongi dalam pendirian gereja tersebut.

Karena menurut keterangan Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi itu, warga sekitar ada yang tidak setuju hingga meminta kepada Pemko Jambi untuk menutup gereja tersebut.

Warga sebut Liphan Pasribu berencana akan melakukan unjuk rasa jika tidak ada tindakan dari Pemko Jambi.

Liphan Pasaribu mengakui, puluhan tahun gereja ini berdiri sampai saat ini memang belum ada izin.



"Sementara ditutup dulu gerejanya. Disegel untuk dicarikan solusinya, pimpinan akan rapat mencari solusinya seperti di Aurduri dulu," kata Liphan.

Menurutnya, perizinan belum diberikan karena belum memenuhi syarat sebagaimana Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006.

"Untuk pembangunan rumah ibadah harus ada rekomendasi dari FKUB, ditambah lagi harus ada syarat rekomendasi persetujuan 60 warga sekitar dan minimal ada 90 pengguna," jelasnya.

"Pemko Jambi bukan tak mau mengeluarkan izin, tetapi salah satu syarat untuk mendirikan rumah ibadah yakni rekomendasi FKUB belum ada," kata Liphan lagi.



Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Warga Histeris saat Gerejanya Disegel, Sinaga: Tolonglah. . . Kami Cuma Ingin Mau Beribadah

http://medan.tribunnews.com/2018/09/28/warga-histeris-saat-gerejanya-disegel-sinaga-tolonglah-kami-cuma-ingin-mau-beribadah.

3 Responses to "Tangisan Jemaat Greja Yang Di segel Di Jambi: Ini Bukan Tempat Maksiat, Tolonglah Kami Tuhan"

  1. Semoga kena karma dan dosa TDK diampuni Yesus. AMIN

    ReplyDelete
  2. Mohon izin komen; siapa pun saya kamu dia kita:tolong saling menjaga sila pertama indonesia yang berbunyi:ketuhanan yang maha esa.karna tuhan itu gak pernah tidur.dan dia lah yang berkuasa atas segalagalah nya.

    ReplyDelete
  3. Saya jadi ragu Bhinneka Tunggal Ika ada di pikiran pemangku kebijakan..
    Perlu saudara tau di tempat tugas saya tdk sampai 10 KK warga muslim.. tp tidak ada yg larang mendirikan Masjid. Klo mau harus ada persetujuan warga 60 org sampai 20 tahun kedepan pun tdk akan ada yg setuju.. tp kita harus berpikir rasional.. kemana saudara kita ini jumatan klo kita tdk mendukung berdirinya masjid tersebut.. dan banyak di pedalaman papua situasi ini terjadi.. tapi baik2 saja itu.. gak ada yg mau unjukrasa ini itu.. tolong lah kita sadar Indonesia itu penuh dgn keragamannya.

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar Yang sopan Dan Relevan.
Maaf.. Link Hidup Akan di hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel